author photo
Calon wakil presiden 2019, Sandiaga Uno silaturrahim ke Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/8) malam ba'da Isya.


Sandiaga yang mengenakan kemeja warna biru tampak disambut oleh sejumlah pengurus Muhammadiyah dan sejumlah tokoh Partai Amanat Nasional (PAN).

Sandi disambut Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir, Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti, Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Suyatno, dan Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqoddas.

Selain itu, tampak juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Sekjen PAN Edi Soeparno menyambut Sandi. Saat ditanya maksud kedatangannya, Sandi hanya mengatakan bahwa dirinya akan melakukan silaturrahim. "Silaturrahim," ujar Sandi kepada wartawan di Kantor PP Muhamamdiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/8) malam.

Setelah disambut, Sandi pun langsung naik ke lantai dua   gedung PP Muhammadiyah bersama para tokoh lainnya. Sandi belum berkomentar banyak karena harus melakukan shalat Isya terlebih dahulu.

Sandi langsung datang ke Kantor PP Muhammdiyah setelah melakukan tes kesehatan bersama Calon Presiden 2019, Prabowo Subianto di RSPAD Gatot Soebroto. Rencananya, Prabowo akan menyusul Sandi ke Kantor PP Muhammadiyah.

Namun, berdasarkan pantauan Republika.co.id di Kantor PP Muhammadiyah, hingga pukul 20.00 malam Prabowo belum terlihat.

Baca juga, Prabowo Pinang Sandiaga Jadi Cawapres di Depan Anies.

Sandiaga Salahuddin Uno menceritakan awal mula ia dipinang oleh Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sandiaga mengaku keputusan untuk maju melawan pasangan pejawat Presiden Joko Widodo dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin mengejutkan, bahkan bagi dirinya sendiri.

"Ini datang sebagai suatu surprise buat saya," kata Sandiaga di kediaman Ibunya, Mien R Uno, di Jalan Galuh II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/8).

Sandiaga menceritakan, pada awalnya Prabowo menetapkan pilihan utama kepada rekan politiknya, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Namun, Anies menolak pinangan tersebut. "Pak Anies mengatakan akan fokus di Jakarta," ujar Sandiaga.

Penolakan itu disampaikan secara pribadi. Ketika itu, Sandiaga diundang untuk duduk bersama dengan Anies dan Prabowo. Kepada kedua politikus senior Partai Gerindra itu, Anies berkata ingin menuntaskan rencana dan janji-janjinya untuk warga Jakarta.

Saat itu juga, di hadapan Anies, Prabowo 'menodong' Sandiaga. "Jadi saat itu saya langsung diminta oleh Pak Prabowo," kata Sandiaga.

Sandiaga menyampaikan, permintaan itu akan berujung setidaknya pada dua masalah. Pertama, dia dan Prabowo datang dari satu partai yang sama, yaitu Partai Gerindra. Kedua, dirinya masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Tugas itu baru diemban selama 10 bulan.

Ketiga tokoh itu kemudian berdiskusi. Ia juga mendiskusikan peluang tersebut dengan keluarga. Hasilnya, ia menerima tawaran tersebut. Sandiaga mengatakan hal itu merupakan panggilan jiwa.

sumber: republika
foto: internet
Next article Next Post
Previous article Previous Post